Minggu, 19 September 2010

18 Lohan Buddha (bagian 2)


7.Lohan telinga tergaruk- Nagasena
(Santai dan puas, bahagia dan berpengetahuan. Penuh kecerdasan dan humor,Gembira sekali dengan minat)

Nama sansekertanya adalah Nagasena, yang berarti sepasukan naga dan melambangkan kekuatan supernatural yang kuat. Nagasena adalah seorang pembicara yang fasih dan debat. Dia terkenal di seluruh India untuk ajarannya pada pepatah "tidak mendengar kejahatan". Indra pendengaran adalah salah satu dari enam sumber di mana umat manusia menyadari dunia. Oleh karena itu seorang praktisi Buddhisme sebaiknya menghindari mendengarkan suara suara yang menjatuhkan dan rahasia-rahasia tertentu orang lain. Dengan demikian dia sering digambarkan sebagai penggaruk telinganya, melambangkan gerakan pemurnian dari indera pendengaran dalam mencari kedamaian dan ketenangan.



8.Lohan pagoda terangkat- Nandimitra
(Sebuah pagoda tujuh tingkat, keajaiban kekuatan Buddha.Kuat tanpa marah,
Dengan kekuatan Buddha yang ungguk)


Menurut legenda, lohan Nandimitra ini, yang manis, adalah murid terakhir Sang Buddha. Dalam memori dari gurunya yang terkasih tercinta, Nandimitra sering membawa sebuah pagoda dibuat khusus untuk dia, menandakan bahwa Buddha selalu ada di sana, selama-lamanya.Sebelum pengenalan Buddhisme ke China, tidak ada pagoda di negeri ini. Orang Cina harus membuat karakter baru, dari suku kata pertama dari kata Sansekerta asli, untuk menyebut struktur arsitektur yang unik ini. Dalam ajaran Buddha, pagoda merupakan wadah untuk tulang Buddha, dan karena itu, melambangkan iman.



9.Lohan meditasi- Nakula
(Diam-diam mengolah pikiran,Sebuah wajah tenang dan terkendali.
Tenang dan berwibawa,Untuk masuk ke Surga Barat)

Menurut tradisi, lohan ini, Nakula atau Pakula, pada awalnya seorang pejuang dengan kekuatan besar. Dia berhenti dari hidup berjuang dan membunuh untuk menjadi biarawan, akhirnya mencapai pencerahan melalui meditasi terus menerus. Namun, karena profesinya terdahulu, dia masih banyak memancarkan kekuatan fisik bahkan selama meditasi. Dalam mitologi, pengaruh Lohan ini meluas sampai seluruh India, dan dianggap salah satu murid favorit Buddha. Kadang-kadang, dia digambarkan sebagai guru, memegang tali tasbih Buddha dengan seorang anak kecil di sampingnya.



10.Lohan kebahagiaan- Kanaka the vatsa / Kanaka sang vatsa
(Membinasakan setan-setan,Alam semesta sekarang dibersihkan.Mengangkat tangan untuk kegembiraan yang tiada tara, menjadi liar dengan sukacita)

Kanaka yang Vatsa adalah seorang pembicara publik terkenal dan pendebat ajaran-ajaran Buddhis. Ketika ditanya apa kegembiraan. ia akan menjawab bahwa kebahagiaan adalah pengalamn yang dialami melalui panca indera. Ketika ditanya apa kebahagiaan yang teramat sangat, ia akan menjawab bahwa itu adalah kebahagiaan yang tidak datang dari panca indera tapi dari dalam, seperti perasaan Buddha di dalam hatinya.Wajahnya sering tersenyum saat berdebat dan terkenal untuk kotbahnya yang dalam kebahagiaan, karena itu ia disebut Lohan Kebahagiaan.



11.Lohan seberang lautan : Bodhidruma
(Berkeliling dunia, tercerahkan dengan cara sebuah jalan. Membawa sebuah tongkat dan kipas angin,Berusaha untuk mengetahui misteri dunia)

Sutra yang tegas, berlayar ke timur untuk menyebarkan dunia. Mendaki gunung dan mengarungi sungai, Untuk pembebasan kemanusiaan. Bodhidruma dalam bahasa Sansekerta berarti berbudi luhur dan cerdas. Itu juga merupakan nama pohon langka di India, Bodhi yang telah menjadi terkenal dan dikenal sebagai pohon kebijaksanaan karena Sakyamuni menjadi tercerahkan di bawah naungannya. lohan ini lahir di bawah sebuah pohon dan diberi nama Bodhidruma. Legenda mengatakan bahwa Bodhidruma bertanggung jawab untuk menyebarkan Buddhisme ke Hindia Timur. Dari India dia berlayar melintasi samudra sampai ke daratan di Pulau Jawa, sebab itu namanya adalah "Oversea” atau seberang lautan.



12.Lohan penjaga pintu- Pantha the Younger/Pantha yang lebih Muda
(Kuat, tegap dan kuat, melihat dengan kewaspadaan dan hati-hati.
Dengan tongkat Buddha di tangan. Gagah berani menumpas kejahatan)


Menurut legenda, lohan ini, juga dikenal sebagai Pantha yang lebih Muda, adalah salah satu murid favorit Buddha. Ketika ia pergi meminta sedekah dia akan menggedor pintu masyarakat. Suatu kali ia melakukan itu, pintu tua dan busuk itu runtuh, dan ia harus meminta maaf kepada pemilik rumah. Jadi Buddha memberinya tongkat timah dan berkata kepadanya, "Jika Anda pergi meminta sedekah, Anda tidak perlu menggedor pintu orang lagi tekan saja tongkat ini. Jika orang di dalam ingin memberikan sedekah, mereka akan datang keluar. " tongkat timah mempunyai beberapa cincin dan membuat suara cahaya ketika diketuk. Tongkat timah telah menjadi simbol dari lohan ini.

2 komentar:

eka mengatakan...

thank's infonya...
tulisan ini sangat membantu saya, utuk proses penelitian tugas akhir yang hampir finish.

JBagus mengatakan...

makasih, semoga sukses..

Poskan Komentar