Jumat, 17 September 2010

18 Lohan Buddha (bagian 1)

18 Lohan atau Arhats adalah pengikut “Delapan belas jalan” Buddha. Beberapa orang-orang yang mengikuti delapan belas jalan itu telah mencapai pemenuhan spiritual dan telah mencapai nirwana atau keadaan yang bebas secara mutlak dari hal-hal duniawi. Sekali nirwana dicapai oleh orang-orang yang mengikuti delapan belas jalan itu, jiwa mereka tidak lagi bereinkarnasi menjadi kehidupan yang lain. Status keabadian mereka membuat mereka mirip dengan malaikat penjaga, mahir menangkal kejahatan untuk motal yang mungkin memiliki satu dari 18 Lohan Budha yang terukir dalam permata Jade.



1.Lohan Penjinak Naga – Nantimitolo
(Di tangannya adalah seorang bayi naga yang kuat, diberkahi dengan kekuatan yang tidak mengenal batas. Penuh dengan keberanian, kekuatan, dan rasa yang membangkitkan martabat, untuk berhasil dalam menjinakkan naga yang ganas)

Nama sansekertanya adalah Nantimitolo. Nanti artinya bahagia dan ramah. Nama keseluruhannya berarti teman bahagia. Dia juga dipanggil Taming Dragon Lohan, atau Lohan Penjinak Naga untuk tindakan berani yang dilakukannya. Di India kuno, orang-orang dari kerajaan kecil, setelah dihasut oleh setan, lalu mengamuk melawan Buddha dan biara-biara, mencuri sutra sang Buddha. Raja di bawah laut membanjiri kerajaan dan menyelamatkan sutra itu, yang kemudian diletakan di kerajaannya. Nantimitolo menaklukan Lohan Naga atau Dragon Lohan.



2.Lohan bola-bola nasi terangkat - Kanaka sang Bharadvaja
(Dalam kebesaran yang megah, kegembiraan turun dan naik dari surga. Mengangkat dua tangan Yin dan Yang untuk menerima kebahagiaan, bersinar dengan bahagia dan kegembiraan yang meluap-luap)


Kanaka sang Bharadvaja adalah seorang biarawan Buddha pengemis yang biasanya meminta sedekah dengan mengangkat bola-bola nasi. Setelah ia memperoleh pencerahan, dia dipanggil the Raised rice balls of Lohan atau Lohan bola-bola nasi terangkat. Kata mangkuk sedekah (nasi), Bo, dipinjam dari sansekerta, mengambil hurup pertama dari tiga suku kata aslinya, karena tidak ada kata yang seperti itu di cina. Pada awalnya, mangkuk itu terbuat dari logam. Saat ini, bagaimanapun, mangkuk itu ditemukan pada umumnya terbuat dari setengah tempurung kelapa yang halus sempurna atau kayu beech warna merah. Penggunaannya, yang untuk menampung makanan sedekah, tetap tidak berubah.



3.Lohan Alis panjang- Asita
(Sesepuh yang ingin menghibur orang lain, seorang biarawan yang telah mencapai pencerahan. Kecerdikan alam semesta yang tidak berbatas, dengan pemahaman yang tidak diucapkan)

Asita dalam sansekerta berarti tidak terbandingkan dengan tepat, atau proporsi yang benar dalam roh dan fisik. Menurut legenda, Asita lahir dengan dua alis putih yang panjang. Ceritanya, pada kehidupan yang lalu dia adalah seoarang biarawan yang, walaupun mencoba sangat keras tetapi belum bisa mencapai pencerahan bahkan pada usia lanjut, dan hanya tersisa dua alis putih yang panjang. Setelah kematiannya, dia reinkarnasi lagi menjadi manusia. Setelah kelahirannya, ayahnya diberitahu bahwa Shakyamuni Buddha juga punya dua alis panjang, oleh karena itu putranya memiliki tampilan Buddha dalam dirinya. Hasilnya, Asita dikirim ke biara untuk menjadi biarawan, akhirnya mencapai pencerahan.



4.Lohan singa yang tertawa- Vajraputra
(Suka bermain-main dan bebas dari rintangan, anak harimau melompat-lompat dengan gembira. Mudah merubah ketegangan dengan relaksasi, gembira dengan semua hal-hal yang hidup)

Vajraputra secara harfiah berarti "manusia kucing”. Dia adalah seorang pemburu singa sebelum berubah menjadi Buddha. Setelah memperoleh pencerahan, seekor singa kecil datang bermian-main disisinya. Binatang itu terlihat berterimakasih kepadanya karena menghentikan kehidupannya yang membunuh binatang, sehingga menyelamatkan orangtua dan saudara-saudaranya. Sejak itu, Vajraputra dan singa kecil itu tidak terpisahkan. Sang singa dengan auman yang mengguncang bumi, melambangkan Buddha yang tidak terkalahkan. Oleh karena itu, sangat umum jika menemukan sepasang singa berdiri menjaga di depan gerbang sebuah kuil Buddha atau biara di cina.


5.Lohan penjinak Harimau- Pindola
(Cincin berharga dengan kekuatan magis, akal yang tidak berbatas. Bersemangat dan sangat kuat, menundukan harimau buas)

Pindola adalah seorang Brahmana dan jenderal. Karena ia telah diabdikan untuk agama Buddha, yang melarang membunuh, ia diperintah oleh raja untuk menjadi biarawan. Dia bergabung dengan biara di pegunungan di mana ia bisa mendengar lolongan harimau setiap hari. Dia mengatakan bahwa harimau itu mungkin lapar dan harus makan makanan vegetarian. Sebaliknya harimau mungkin menjadi pemakan manusia. Jadi Pindola mengumpulkan makanan dari para biarawan dan memasukkannya ke dalam ember yang ditinggalkan di luar biara. Harimau itu datang untuk makanan setiap malam. Setelah jangka waktu tertentu, harimau itu dijinakkan. Jadi Pindola ditunjuk sebagai Lohan Penjinak Harimau.



6.Lohan Tas Belacu- Angida
(Buddha hidup tak terbatas,Berharga tas berisi rahasia langit dan bumi.
Bahagia dan puas,Ceria dan menyenangkan adalah dia)


Menurut legenda, Angida adalah penangkap ular India yang bertujuan untuk mencegah ular dari menggigit orang yang lewat. Setelah ular itu tertangkap, ia akan menghilangkan taring berbisa dan kemudian melepaskan mereka di pegunungan. Hal itu karena ini kebaikan hati jadi Angida mampu mencapai pencerahan. Dia membawa tas untuk menaruh ular didalamnya.
Ia dianggap telah muncul di Fenghua di Provinsi Zhejiang tahun 907 Masehi sebagai seorang biarawan pengemis yang membawa tas. Dia terlihat untuk kedua kalinya di Cina pada 917 masehi, berkhotbah di atas batu di dekat Kuil Yuelin.

0 komentar:

Poskan Komentar