Jumat, 03 Desember 2010

Tunggun Karang


Sebagaimana lazimnya setiap rumah dari penduduk Bali yang beragama Hindu, semiskin-miskinnya mereka akan tetap berusaha untuk memiliki tempat ibadah yang disebut Sanggah atau Pemerajan dan bangunan penjaga rumah secara spiritual yang disebut Tunggun Karang. Bagi umat Hindu, Tunggun Karang ini merupakan hal yang sangat penting fungsinya demi untuk menjaga keselamatan seluruh isi rumah, dari kekuatan-kekuatan tidak baik secara magis maupun pencuri atau orang yang berkemauan tidak baik.

Posisi/Letak
Letak Tunggun Karang itu sepatutnya disebelah Barat Laut dari pekarangan/tanah, yaitu disudut barat laut pekarangan rumah yaitu disudut barat laut pekarangan.

Yang Melinggih
Yang didudukan disana adalah Bhatara Kala. Didalam bahasa sansekerta, Kala itu berarti energi, juga berarti waktu, maka dalam kaitan Tunggun Karang, Kala ini lebih dekat dengan arti energi, yaitu kekuatan yang menjaga keselamatan dari pada seluruh isi keluarga. Didalam mitologinya disebutkan bahwa Bhatara Kala yang selalu merusak dan mengambil korban berupa bencana oleh Bhatara Siwa dibuat menjadi somia, yaitu jinak dan tenang serta kemudian diperintahkan agar bertempat tinggal dipekarangan rumah disudut barat laut, ikut menjaga keselamatan manusia yang tetap ingat kepada Ida Hyang Widhi atau Tuhan.

Dengan demikian kekuatan alam semesta inilah, yang dilukiskan dengan Bhatara Kala, kekuatan alam semesta yang tidak diatur akan bisa membuat bencana, tetapi Bhatara Siwa atau Tuhan Yang Maha Esa yang membuat tenang kekuatan itu dan dianugrahkan kepada manusia agar mendapatkan keselamatan.

Namun kini, sejak berkembangnya hotel di pulau Bali, banyak sekali hotel yang membuat bangunan-bangunan yang menyerupai Tunggun Karang, sehingga dalam satu pekarangan hotel, kalau toh membuat Tunggun Karang semestinya cukup satu saja, tetapi nyatanya mereka membuat banyak dan tiap sudut mungkin dengan maksud agar wisatawan mereka tertarik dengan penonjolan-penonjolan bangunan-bangunan khas Bali.



Astungkara.

0 komentar:

Poskan Komentar