Rabu, 03 November 2010

Hargailah Alammu





Tak terasa kita sudah berada di bulan November, di penghujung tahun 2010. hehehe… Tahun Baru lagi dech. Dan angka tahun 2012 semakin dekat. Ha..! Cuma guyonan kok, tapi ngga ada salahnya kita juga mulai berhati-hati karena beberapa bulan ini juga terjadi berbagai macam bencana yang membuat Mr President kita kantung matanya semakin bengkak. Hahahaha…

Postingan saya kali ini ngga jauh-jauh juga dari alam. Hanya bersahabat dengan alam kita bisa terhindar dari amukan alam, dan bencana alam yang lain.

Hubungan Manusia dengan Alam.
Alam itu sendiri dalam bahasa universal sebenarnya terdiri dari berbagai macam unsur, dan dihuni oleh berbagai macam makhluk hidup. Baik secara kasat mata dan tidak. Dengan berbagai macam keanehannya. Alam ini dalam bahasa nyatanya adalah bumi sebagai tempat berpijaknya segala macam makhluk Tuhan. Kita para manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna dan cerdas, hanya saja kita tanpa sadar telah berbuat semena-mena terhadap tempat kita berpijak.

Alam sebagai macrocosmos sangat berkaitan dengan Manusia sebagai microcosmosnya, apa yang ada di alam ini juga ada pada manusia. Alam mempunyai 4 unsur besar yaitu udara, tanah, air dan api. Manusia juga memilikinya, nafas (udara), badan kasar (tanah), darah, keringat dan air seni (air) serta suhu tubuh (api). Alam dengan berbagai macam auranya baik itu positif dan negatif, manusia juga memiliki aura tubuh positif dan negatif sebagai daya tariknya. Alam juga mempunyai berbagai macam keanehan seperti misteri 13 gunung berwajah manusia di seluruh dunia, batu-batu raksasa melengkung, dan 15 danau berwarna-warni pelangi diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Manusiapun juga memilikinya seperti garis tangan yang menyatu yang disebut rojo keleng, lidah yang bertompel hitam (dalam istilah bali Blangbungkem).

Dengan kenyataan seperti itu sudah seharusnyalah alam ini dijaga dan dihargai, seperti kita menghargai diri kita sendiri, baik pada alam baik pula pada manusia. Rusak pada alam maka otomatis manusia juga rusak. Banyak dari mereka tidak sadar diri, tidak mau tahu dan merusak alam sebagai tempat mereka berpijak dan hidup.

Bila semua itu diabaikan bukan tidak mungkin film fenomenal 2012 akan segera rilis di bumi ini secara nyata.




Astungkara.

0 komentar:

Poskan Komentar