Minggu, 03 Oktober 2010

Wejangan dan belajar Bijaksana


Hendaknya janganlah tanpa pertimbangan sama sekali. Diri sendirilah yang selalu harus diteliti. Tingkah laku diri kita sendiri sehari-harilah yang harus diawasi dengan pertimbangan: salahkah tingkah laku saya sebagai ini? Atau benarkah? Apa yang sebagai ini sama dengan tingkah laku binatang? Atau apakah sama dengan perilaku pendeta? Semua ini disebabkan oleh perilaku diri sendiri. Demikianlah cara merenungkan setiap hari. Berusahalah meneliti perilaku diri sendiri setiap hari.

Bertambahnya umur, sering kita dituntut makin dewasa, untuk belajar menjadi dewasa kita biasanya ditempa lewat pengalaman dan pembelajaran diri. Pembelajaran diri adalah salah satunya dengan belajar untuk bijaksana. Saya mencoba merangkum beberapa kata bijak yang saya ketahui , semoga bisa untuk dipikirkan dan direnungi..

Apapun keadaanmu, satu yang mesti diyakini..
memaafkan, welas asih, cinta dan kasih sayang.




Dalam diri setiap orang terdapat kekuatan untuk
menjadi sehat dan menjadi sakit, untuk menjadi
kaya dan menjadi miskin, untuk hidup bebas dan
menjadi budak.
Kita sendirilah yang menentukan itu.
Bukan sesuatu, atau seseorang.
(Richard Bach)



Makin besar kecenderungan seseorang untuk berharap dan kebutuhannya
untuk berharap serta kemampuannya untuk mengalami pembaharuan
harapan, makin besar kecenderungan bahwa orang tersebut berada
dalam beberapa pengertian dari kata
" religius ". (Andrew M. Greeley)




Dari marah timbul kebingungan..
karena kebingungan ingatan menjadi kalut.
Karena kekalutan ingatan kebijaksanaan
menjadi lenyap, karena lenyapnya
kebijaksanaan seseorang akan hancur.




Orang bebas hanya bisa diatur oleh dirinya sendiri,
dan aturan itu yang akan membuatnya jadi lebih baik
jika mereka secara sadar ingin berubah.
(J.Bagus)





Sesungguhnya, seseorang itu dikenal dari perbuatannya, perkataan
dan pikirannya. Hal itulah yang menarik perhatian setiap orang untuk
mengetahui kepribadian seseorang. Maka dari itu kebaikan itulah
yang harus dibiasakan dalam perkataan, perbuatan dan pikiran.




Setelah mendapatkan kebahagiaan yang ia pandang tiada
terbanding itu dan tetap ada di dalam kebahagiaan itu, tiada
ia akan gentar, walaupun ditimpa malapetaka yang hebat.




Makhluk lahir sendiri, sendiri juga ia akan mati. Sendiri ia menikmati perbuatan baik, sendiri pulalah ia menikmati perbuatan yang buruk itu.(Manu Smrti IV, 240)



Mudah menemui orang yang selalu mengucapkan kata-kata yang menyenangkan, namun sukar mendapat orang yang(suka) mendengarkan dan mengucapkan kata-kata atau ucapan-ucapan yang tidak menyenangkan tetapi bermanfaat. (Ramayana VI, 21)



Jika niatmu ke neraka maka engkau akan ke neraka. Jika niatmu ke surga maka engkau akan ke surga. Selama kau sendiri tidak putus asa, siapa yang bisa memupus asamu?



Cinta tidak tolol. Cinta sesuatu yang suci jika saja manusia mau berlaku jujur. (J.Bagus)




Manusia adalah makhluk yang aneh, ia mudah memaafkan sahabat biasa namun sulit memahami dan memaafkan orang yang dikasihi



Jangan hati mempengaruhi pikiran, jangan pikiran mengacaukan hati.



Hatimu adalah untuk berpikir, berkata dan berbuat. (J.Bagus)

0 komentar:

Poskan Komentar