Minggu, 24 Oktober 2010

Veda


Sudah lama sekali, berabad-abad sebelum permulaan abad kita ini, jauh lebih lama sebelum orang Yunani berfilsafat dan meninggalkan warisan buah pikirannya yang tertulis, sudah adalah bahan tertulis ditanah Hindu yang memuat buah pikiran Hindu.

Bahan itu tidak boleh dikatakan memuat filsafat Hindu karena disana terdapat pula ajaran-ajaran yang boleh kita sebut agama karena berdasarkan kepercayaan. Bahan tertulis yang dihormati benar oleh masyarakat Hindu ini disebut Veda. Keseluruhan alam pikiran yang merupakan filsafat dan agama itu untuk mudahnya disebut Vedisme.

Untuk agak mengerti akan keseluruhan alam pikiran ini, haruslah kita mengemukakan sejarah sedikit serta sepintas lalu menyelami pikiran yang hidup pada kelompok manusia yang biasanya disebut bangsa Arya serta dianggap pemilik Veda itu.

Sebagai bangsa yang mengembara, bangsa Arya itu meninggalkan tanah airnya berpindah ke tanah datar sungai Indus. Bilamana ini terjadi tak dapat ditentukan, kira-kira antara tahun 1000 dan 2000 sebelum Masehi. Walaupun tak dapat diketahui, bagaimana keadaban dan kebudayaan bangsa Arya ini, tetapi teranglah, bahwa mereka itu gagah berani, suka mengembara dan keras hati. Tentu saja mereka yang baru mendatang ini segera berlawanan dengan bangsa-bangsa yang sudah ada disana. Bangsa apa ini tidah diketahui benar. Penduduk asli ini dikalahkan oleh bangsa Arya.

Mula-mula bangsa baru ini tinggal dibagian barat laut tanah Hindu yang disebut orang Punjab. Pada lembah yang subur ini orang Arya mulai hidup teratur walaupun mereka berusaha tidak bercampur darah dengan bangsa yang dahulu sudah ada disitu, lama kelamaan ada juga percampuran darah, meskipun tak amat banyak. Pada ketika itulah terlahirkan Veda yang akan menjadi pangkal dan pedoman pikiran Hindu untuk kemudian hari.

Sejarah politik bangsa Arya yang makin besar kekuasaannya ini tidak kita ikuti. Baiklah kita perhatikan Veda itu.




Isi dan macam Veda.
Adapun isi Veda itu semuanya bersangkutan dengan upacara agama, terutama korban. Dalam agama mereka korban itu amat penting. Ada korban bagi perseorangan, ada yang bagi umum, seluruh masyarakat. Kalau diantarkan korban umum ini, ada pengorban resmi dan sudah dari dahulu kala ada golongan pengorban resmi itu, karena jabatan pengorban resmi itu turun temurun. Korban resmi demikian itu biasanya besar-besaran dan persediaannya pun tidak sedikit pula. Mulai dari persediaan itu orang harus memperhatikan aturan-aturan upacara tertentu: setelah tempat untuk korban itu disediakan, maka disediakan korban atau persembahan yang bermacam-macam jenisnya: padi, beras, susu, mentega dan lain-lainnya, biasanya hasil bumi dan ternaknya. Yang terpenting diantara korban itu ialah soma, berupa minuman keras. Untuk menyediakan soma ini ada upacara yang tertentu dan selaras dengan kepentingan persembahan itu, upacara inipun amat penting pula. Dalam pada itu dinyanyikan puji-pujian (soman) oleh penyanyi resmi (utgatar).

Upacara-upacara pengorbanan terikat aturan-aturan yang tertib sekali, serta doa-doa yang harus diucapkan pun sudah tertentukan pula dan tak bolehlah orang menyimpang sedikit pun dari aturan-aturan semuanya itu. Jika sekiranya orang tidak mentaati aturan itu, meski hanya sedikit sekalipun bedanya, tak sahlah korban itu. Dari itu ada seorang yang ahli dalam korban yang mengawasi semuanya, supaya tata tertib dalam pengorbanan itu berlaku dengan semestinya. Ahli korban inilah yang sesungguhnya menjadi pengorban, karena dialah yang dapat menentukan baik-tidaknya, sah atau tidaknya korban itu. Korban itu disebut brahma, ahli korban disebut brahmana.






Berhubung dengan upacara-upacara pengorbanan ini, Veda digolong-golongkan menjadi 4 golongan:
Rig-Veda; inilah yang tertua dari semua Veda, berisi pujian.
Sama-Veda; berisi nyanyian-nyanyian yang di nyanyikan oleh utgatar, waktu orang menyediakan minuman untuk korban yang penting itu.
Yajur-Veda; berisi mantra-mantra dalam bentuk prosa, biasa dipergunakan dalam pengorbanan yang sebenarnya.
Atharwa-Veda; berisi uraian dan doa-doa yang harus dikenal para brahmana.

0 komentar:

Poskan Komentar