Kamis, 05 Agustus 2010

Emosi pada saat Rainan (hari baik)


Mengapa tiap datangnya rainan (hari baik) baik pas rainan ato sehari sebelum rainan orang-orang selalu mengalami peningkatan emosi atau kata orang dalam bahasa gaulnya sensi? Hehehehe…

Rerahinan ato rainan (hari baik) yang umum yang telah diketahui dengan perhitungan yang simple seperti purnama, tilem (bulan mati) dan kajeng kliwon selalu membawa pengaruh yang besar bagi alam ini. Purnama dan tilem yang hitungannya 30 hari dan kajeng kliwon yang hitungannya tiap 15 hari ini merupakan hari baik yang umum dipergunakan oleh masyarakat Bali untuk melakukan pelukatan atau mandi ruwat, untuk melakukan persembahyangan dan pedoman beberapa pura di bali dalam melaksanakan piodalan (dalam bahasa gaulnya ulang tahun pura). Namun perlu juga diketahui bahwa hari baik itu juga ada efek buruknya kalau kita sebagai manusia tidak memahaminya.

Hari-hari seperti purnama biasanya air laut akan pasang, tilem akan dirasakan malam itu sunyi senyap dan kajeng kliwon hadir dengan aura magisnya dan sedikit membuat bulu roma kita terpancing untuk berdiri. Sehari sebelum itu juga dirasakan hal yang sama namun lebih bersifat ke emosi dan kendali diri. Pun begitu di setiap hari H pas rainan itu sendiri. Contoh yang paling sering terjadi adalah pada saat akan melakukan persembahyangan, mulai dari sarana dan prasarananya serta kesiapannya. Orang-orang yang akan melakukan persembahyangan kadang digoda dengan rasa kantuk, rasa malas dan sebagainya yang menyebabkan peningkatan emosi. Mereka jadi suka telat, terjadi percekcokan kecil hingga mengakibatkan batalnya persembahyangan itu.

Semua itu terjadi karena efek perubahan aura yang terjadi di alam ini yang disebabkan karena peredaran bulan terhadap bumi dan matahari. Segala macam aura, baik dan buruk akan bangkit karena pengaruh tersebut. Dalam konsep yang berbeda bumi atau alam ini disama kan terhadap tubuh kita. Apa yang ada dibumi atau alam ini, ditubuh kita juga memilikinya. Alam terjadi perubahan otomatis tubuh kita juga bereaksi.

Bila alam mempunyai peredam berbagai aura yang tidak baik, tubuh kita juga mempunyai peredam tersebut, itulah yang dinamakan hati. Dan ini yang seharusnya dipahami oleh tiap orang. Jangan sampai aura alam yang tidak baik kita serap hingga membuat tubuh kita mengalami peningkatan aura yang negatif, kalau hal itu sampai terjadi maka emosilah kita, badan pun akan terasa tidak nyaman, pikiran pun kacau.

Agar bisa mempergunakan hati kita sebagai peredam aura tersebut diharapkan kita selalu melakukan pengendalian diri agar tidak terpengaruh terhadap emosi yang kita miliki. Ada ujar-ujar yang tepat untuk menggambarkan pengendalian ini “Jangan hati mempengaruhi pikiran, Jangan pikiran mengacaukan hati”.

Dengan demikian apapun yang terjadi di alam ini terutama pada saat hari-hari baik, kita benar-benar bisa mengambil sisi positif dari hari baik tersebut. Apa yang kita harapkan bersama akan menjadi suatu kenyataan untuk menjadikan kita lebih baik.

Astungkara.

1 komentar:

artawina mengatakan...

artawina
wah menarik juga infonya..mkasi
[url=http://blog-artikel.com]info kesehatan[/url]

Poskan Komentar